Jawaban Ole Gunnar Solskjaer Terhadap Keraguan Publik

Jawaban Ole Gunnar Solskjaer terhadap keraguan publik terhadap kebangkitan MU, pasca kehadirannya ke Old Trafford menggantikan Jose Mourinho. Hasil kemenangan 6 kali beruntun akhirnya berhasil dicatatkan skuad The Red Devils sesudah keberhasilan mereka menumbangkan Spurs si tuan tempat tinggal (14/1). Walau skor akhir pada laga akbar ini ‘hanya’ 0-1, tetapi, output tiga poin ini sukses mengantarkan MU buat terus memangkas jeda dengan lima tim di atasnya. Apalagi, mereka berhasil mengalahkan tim yg sedang berada di posisi 4 akbar seperti Spurs. Sehingga, output friksi dua tim ini sangat mensugesti situasi pada tabel klasemen sementara Premier League ekspresi dominan ini—persaingan pada zona Eropa balik sengit. Lalu, apa yang bisa dipandang berdasarkan hasil pertandingan besar ini? Di sini, penulis menghadirkan lima catatan menarik tentang Spurs vs MU (0-1).

Spurs kehilangan penyeimbang di lini tengah pada waktu Moussa Sissoko ditarik keluar karena mengalami cedera (terlihat seperti mengalami cedera hamstring). Menurut Prediksi Bola Malam ini Keluarnya Sissoko, otomatis Spurs tidak mempunyai pemain yang sanggup bertarung mengimbangi pergerakan pemain depan MU yg sangat mobile. Seperti, Anthony Martial, Jese Lingard, Marcus Rashford, hingga pemain tengah Paul Pogba. Spurs menentukan memasukkan Erik Lamela buat menggantikan Sissoko. Karena, pemain tengah yang lebih menjanjikan pada bench Spurs & patut dimainkan pada big match seperti ini jelas terdapat pada pemain dari Argentina ini.

Namun, masuknya Lamela ternyata merubah situasi permainan. Karena, Lamela sebenarnya mempunyai posisi yang ditempati antara Dele Alli & Son Heung Min. Sehingga, saat beliau masuk dan kedua pemain tadi pula ada di sana, otomatis pembagian bola di lini tengah ‘terlalu padat’. Artinya, perlu terdapat chemistry tambahan dalam menciptakan agresi. Karena, saat berdasarkan awal, pola agresi Spurs difokuskan hanya dalam Christian Eriksen & Winks di tengah menopang trio Son, Dele, & Harry Kane.

Ketika, Lamela masuk, alur bola sebagai terlihat dibagikan ke banyak pemain, termasuk Lamela. Hal ini yang membuat permainan Spurs menjadi berubah, kurang cepat buat menusuk, dan banyaknya pemain pada lini tengah dan depan, menciptakan pemain MU memahami syarat buat dapat bertahan lebih ke pada & rapat. Inilah yg lalu membuat seorang fullback misalnya Trippier harus menjadi alternatif tumpuan buat membangun agresi, dan fatalnya, berdasarkan kesalahan mengoper Trippier ke tengah justru membuat bola tanggung yang bisa dikuasai Paul Pogba dan mengalirkan bola tersebut cepat ke depan—ke arah Rashford—kemudian, membuat gol satu-satunya pada laga ini. Permainan MU terlihat sangat ‘normal’ pada laga ini. Mereka memahami kapan menyerang, bertahan, dan mampu melihat momentum tadi buat membuat kejutan bagi tim tuan tempat tinggal yg masih belum mengenali strategi Solskjaer.

Write your comment Here